Menghadapi kemarau di wilayah Lampung yang diakui bisa mengancam produksi tanaman pangan salah satunya komoditas beras, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung memastikan ketersediaan cadangan beras di Bulog Divre Lampung cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga satu setengah tahun kedepan.


Apa lagi Lampung diklaim sebagai salah satu daerah yang memasok kebutuhan pangan nasional dengan kontribusi pangan pada padi sebesar 6 persen, sehingga stok dari produksi padi tahun lalu sebanyak 4,3 juta ton gabah kering giling diperkirakan cukup.

“Saya kira urusan pangan pokok mudah-mudahan tak ada masalah dan semua harga juga sudah stabil. Semoga di kemarau ini kebutuhan pangan kita mencukupi,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Kusnardi, usai menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman antara Kepala Balai Besar POM di Bandar Lampung dengan Bupati Way Kanan, di kantor BBPOM setempat, Senin (27/8/2018).

Namun, besarnya stok padi di gudang Bulog tersebut juga menimbulkan kekhawatiran dirinya sebab stok yang ada tak didukung dengan proses penyaluran padi lantaran adanya perubahan pola beras prasejahtera (Rastra) menjadi non-tunai yang menjadikan penyaluran beras jadi berkurang.

“Kita juga lagi coba sistem untuk pendistribusian beras sehingga sirkulasi di gudang Bulog bisa lancar. Kita bersyukur pengadaan di Bulog Divre Lampung nomor 4 se-nasional,” katanya.

 

sumber

Search

Visitors Counter

163251
TodayToday54
YesterdayYesterday104
This_WeekThis_Week224
This_MonthThis_Month2090
All_DaysAll_Days163251
Copyright © 2017 Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung. All rights reserved.