Formalin atau formaldehyde biasa digunakan untuk mengawetkan mayat dan organ-organ makhluk hidup, sebagai pembasmi hama, disinfektan, dalam industri plastik dan busa serta untuk sterilisasi ruangan. Zat kimia yang memiliki unsur aldehida terdapat juga dalam beberapa produk rumah tangga yang biasa digunakan, seperti cairan pelembut baju, cuci piring, pembersih karpet, perawatan sepatu, serta bahan adhesif.

Formalin bersifat menyerang protein sangat reaktif di tubuh manusia. Penggunaan formalin dosis tinggi dapat menyebabkan kanker karena memiliki sifat karsinogen atau penyebab kanker.  Menurut International Proggrame on Chemical Safety (IPCS), batas toleransi formalin yang dapat diterima oleh tubuh 0,1 mg perliter (minuman), dan 0,2 mg perliter (makanan), jika lebih dari itu kepala pening," kata Zainal.

Dampak formalin bagi tubuh manusia :

1.      Kulit: kulit kemerahan, kulit speerti terbakar, alergi kulit.

2.      Mata: iritatif, mata merah, berair, kebutaan.

3.      Hidung: mimisan.

4.      Saluran pernafasan : sesak nafas suara seraj, batuk kronis, sakit tenggorokan.

5.      Saluran pencernaan : iritatif lambung, mual muntah, mulas.

6.      Hati: kerusakan hati.

7.      Paru-paru: radang paru.

8.      Saraf: sakit kepala, lemas, susah tidur, sukar konsentrasi.

9.      Ginjal: kerusakan ginjal.

10.  Organ reproduksi: kerusakan testis, gangguan menstruasi, infertilitas sekunder.

Formalin sebenarnya bahan kimia yang hanya boleh digunakan untuk keperluan di luar tubuh, artinya formalin tidak boleh masuk ke dalam tubuh manusia karena akan sangat merusak organ-organ yang ada.  Namun akhir-akhir ini formalin sering digunakan untuk mengawetkan makanan, seperti tahu, mi basah, ikan dan daging ayam. Para pedagang nakal sengaja memilih formalin karena harganya yang lebih murah jika dibanding pengawet makanan yang diperbolehkan, seperti asam sorban atau natrium benzoat. Selain murah, formalin juga lebih irit, mudah digunakan karena berbentuk larutan serta mudah didapatkan di toko-toko kimia.

Ciri Makanan Berformalin

Bagi kita orang awam, mungkin agak kesulitan untuk mengetahui seberapa kadar formalin yang ada dalam suatu jenis makanan. Namun karena besarnya bahaya yang ditimbulkan oleh formalin, perlu kiranya kita mengetahui ciri-ciri makanan yang mengandung formalin.

Untuk menguji ada atau tidaknya kandungan formalin pada makanan, bisa menggunakan rapid test kit baik berupa cairan reagan atau kertas indikator. Namun apabila tidak sempat menguji, berikut beberapa ciri makanan yang memiliki kandungan formalin.

 

 

Ikan

Penciri

berformalin

Tidak berformalin

Ketahanan

 

 

 

 

 

 

Bau

 

 

 

 

 

 

 

Kulit

 

 

 

 

 

 

 

 

Insang

 

 

 

Daging

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mata

  • : Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat Celsius)

 

 

 

 

  • Tidak ada bau amis khas ikan tetapi Bau menyengat, bau formalin, (Bau pada ikan akan busuk apabila di cium seperti logam atau kentang rebus yang busuk).

 

  • kulit terlihat cerah mengkilat dan mudah sobek bila ditekan
  • Lendir berwarna kuning sampai coklat dan tebal tidak merata, kecerahan hilang, terlihat warna putih dan lender kering.

 

  • Warna insang merah tua dan tidak cemerlang, bukan merah segar, kelabu tertutup dengan lendir

 

  • Daging kenyal,warna daging ikan putih pucat/pudar, bersih tekstur daging lebih kaku/serat kencang
  • , warna merah sepanjang tulang belakang, dinding perut membubur, isi perut hancur (warna tanah)

 

 

 

 

  • Bola mata dan bagian hitamnya tenggelam, kornea keruh, tampak lender kuning yang tebal

1.      Bila dalam 1 hari pun tanpa pengawetan misalnya dengan es maka ikan akan rusak dan tidak layak konsumsi lagi.

 

2.      Bau ikan khas dan segar Baunya segar dan bau-bau laut

 

 

 

 

 

3.      tekstur pada kulit ini sangat kenyal bahkan tidak mudah sobek seperti dengan formalin

4.      Lapisan lender /transparan mengkilap cerah, tidak ada perubahan

 

 

 

5.      Warna merah cemerlang, bersih tanpa lender, yang berasal dari bakteri. terlihat segar .

 

6.      Padat, kenyal, sulit menyobek dari tulang belakang, kadang-kadang terasa lunak sesuai jenis ikan.

7.      Sayatan daging cemerlang dan berwarna asli, sekitar tulang belakang tidak merah, perut dan dinding perut utuh, ginjal merah terang, bau segar.

 

8.      Bola mata menonjol, pupil hitam, cerah mengkilat, kornea selaput mata jernih

 

 

Ikan Asin

berformalin

Tidak berformalin

  1. Tidak rusak sampai lebih dari sebulan pada suhu kamar(25°C)
  2. Warna bersih dan cerah
  3. Tidak berbau khas ikan asin dan tidak mudah hancur
  4. Tidak dihinggapi oleh lalat bila diletakkan di tempat terbuka

1.      * Bersih cerah
* Tidak berbau khas ikan asin

 

  1. Warna ikan asin ada yg kecokelatan
  2. Aroma masih khas ikan asin
  3. Dagingnya rentan / mudah hancur
  4. Dapat dihinggapi lalat

 

 

 

Ayam potong

berformalin

Tidak berformalin

·         Berwarna putih bersih

·         Pada suhu kamar bisa awet hingga beberapa hari

1.       dagingnya kaku dan mengkilat.

2.      warnanya pucat

3.      tidak mengundang serangga dari baunya (lalat)

4.      baunya menyengat tapi bukan menyengat bau ayam gitu

5.      kalo diliatin, perih matanya

usus ayamnya ga bisa dipotong pake kuku, karena teksturnya keras

Daging ayam yang mengandung formalin berwarna putih bersih, aroma menyengat khas formalin dan memiliki tekstur daging yang cenderung keras.

 

Ayam Tidak Berformalin :


1. dagingnya lembek (lembek bukan berarti busuk)

2. warna dagingnya kemerah-merahan segar (beda ya sama yang dikasih pewarna)

3. Ada lalat, karena baunya bau daging segar

4. Baunya amis

5. kalo diliatin, ga perih dimata

6. usus ayamnya bisa dipotong pake kuku, karena teksturnya lembek

 

 

Mie basah

berformalin

Tidak berformalin

·         Baunya sedikit menyengat

·         Pada suhu ±25° (suhu kamar) bisa tahan hingga 2 hari, sedangkan bila disimpan di dalam pendingan (suhu 10°) bisa awet hingga lebih dari 15 hari

·         Mie nampak mengkilap seperti dilumuri minyak, tidak lengket dan sangat kenyal (tak mudah putus)

Aroma mi berformalin sangat menyengat, mi tampak mengkilap seperti dilumuri minyak, tekstur sangat kenyal, dan tidak mudah lengket.

6.      Ciri-ciri mi basah yang mengandung formalin:
* Tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius)
* Bau agak menyengat, bau formalin
* Tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibandingkan mie normal

 

 

 

Ciri Tahu Berformalin

berformalin

Tidak berformalin

  1. Tahu berformalin biasanya lebih putih dari tahu biasaya
  2. Tekstur sangat halus Jika di tekan terasa kenyal dan tidak mudah hancur
  3. Tahan hingga berhari-hari bahkan hingga seminggu, tahu yang normal umumnya hanya tahan sehari jika tidak disimpan dalam lemari pendingin
  4. Jika dicium baunya cukup menyengat seperti ada bahan kimia serta aroma khas kedelai sudah tidak begitu terasa lagi
  5. Biasanya lalat tidak mau mendekat

Tahu yang berformalin memiliki tekstur yang sangat halus serta tidak mudah hancur, sedikit kenyal, aroma kedelai tidak begitu terasa.

7.      Ciri-ciri tahu yang mengandung formalin:
* dak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius)
* Tahu terlampau keras, namun tidak padat
* Bau agak mengengat, bau formalin (dengan kandungan formalin 0.5-1ppm)

 

 

 

Ciri Tempe Berformalin

berformalin

Tidak berformalin

1.      Teksturnya terasa keras

2.      Tidak tercium bau khas kedelai

3.      Jika dicium baunya seperti ada bahan kimia

Lalat tidak mau mendekat

Tempe yang bagus adalah tempe yang memiliki aroma segar khas kacang kedelai, terasa padat jika ditekan, dan memiliki permukaan yang putih diselimuti jamur.

 

 

8.      Ciri-ciri baso yang mengandung formalin:
* Tidak rusak sampai lima hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius)
* Teksturnya sangat kenyal

Download

Search

LINK

 

LINK Kabupaten/Kota

Visitors Counter

166471
TodayToday22
YesterdayYesterday76
This_WeekThis_Week449
This_MonthThis_Month2148
All_DaysAll_Days166471
Copyright © 2017 Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung. All rights reserved.