PELAKSANAAN PROGRAM AKSI  DESA MANDIRI PANGAN

DI PROVINSI LAMPUNG

 

A.   Latar Belakang

Pembangunan ketahanan pangan diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil dan merata berdasarkan kemandirian, dan tidak bertentangan dengan keyakinan masyarakat. Upaya Pembangunan ketahanan pangan dilakukan secara bertahap melalui proses pemberdayaan masyarakat untuk mengenali potensi dan kemampuannya, mencari alternatif peluang dan pemecahan masalah, serta mampu untuk mengelola dan memanfaatkan sumberdaya alam secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Perwujudan pemberdayaan masyarakat dalam rangka kemandirian pangan, dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat miskin dan rawan pangan di perdesaan. Strategi yang digunakan untuk pemberdayaan masyarakat miskin dilakukan melalui jalur ganda/twin track strategy, yaitu: (1) membangun ekonomi berbasis pertanian dan perdesaan untuk menyediakan lapangan kerja dan pendapatan; dan (2) memenuhi pangan bagi kelompok masyarakat miskin di daerah rawan pangan melalui pemberdayaan dan pemberian bantuan langsung.

Sejak tahun 2006, Badan Ketahanan Pangan melaksanakan kedua strategi tersebut melalui Kegiatan Desa Mandiri Pangan (Demapan). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam pengembangan  usaha produktif berbasis sumber daya lokal, peningkatan ketersediaan pangan, peningkatan daya beli dan akses pangan rumah tangga, sehingga dapat memenuhi kecukupan gizi rumah tangga, yang akhirnya berdampak terhadap penurunan kerawanan pangan dan gizi masyarakat miskin di perdesaan, sejalan dengan salah satu tujuan Millenium Development Goals (MDGs), yaitu untuk mengurangi angka kemiskinan dan kelaparan di dunia sampai setengahnya di tahun 2015.

 

B.    Tahapan Kegiatan Desa Mandiri Pangan

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam Kegiatan Desa mandiri pangan, dirancang selama empat tahap, meliputi tahap:

*      Tahap persiapan yang meliputi Seleksi Lokasi Sasaran, Penetapan Pendamping, Penetapan Koordinator Pendamping,Penyusunan Data Dasar Desa, Penetapan kelompok, Penetapan TPD, penumbuhan LKD, Sosialisasi Kegiatan, Pendampingan, Penyusunan RPWD,  Pelatihan, Penyaluran Bansos.

*      Tahap penumbuhan, meliputi Pemberdayaan masyarakat melalui: pelatihan, peningkatan aksessibilitas masyarakat, dan penguatan kelembagaan; Pengembangan sistem ketahanan pangan untuk pembangunan sarana cadangan pangan, dan penguatan dasa wisma dalam penganekaragaman konsumsi; Koordinasi lintas sektor untuk dukungan sarana dan prasarana perdesaan. .

*      Tahap pengembangan, terfokus pada kegiatan Pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan keterampilan dan akses permodalan; Pengembangan sistem ketahanan pangan dengan penumbuhan cadangan pangan dan pemanfaatan sumberdaya pangan; Dukungan lintas sektor untuk dukungan pembangunan sarana dan prasarana perdesaan.

*      Tahap  kemandirian. Pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan layanan dan jaringan usaha; Pengembangan sistem ketahanan pangan untuk pengembangan diversifikasi produksi, pengembangan akses pangan, pengembangan  jaringan pemasaran, dan penganekaragaman konsumsi; Pemanfaatan, pemeliharaan sarana dan prasarana perdesaan.

C.   Kegiatan Umum Desa Mandiri Pangan

Kegiatan yang dilakukan adalah: seleksi lokasi desa dan penyusunan data dasar desa, sosialisasi kegiatan, penumbuhan kelembagaan, pendampingan, pelatihan, pencairan dan pemanfaatan dana Bansos, serta monitoring, evaluasi dan pelaporan.

 

 

 

D.   Perkembangan Desa Mandiri Pangan di Provinsi Lampung

Sampai dengan tahun 2014  kegiatan Desa Mandiri Pangan di Provinsi Lampung telah dilaksanakan di 12 kabupaten/kota pada 97 desa dan 393 kelompok afinitas dengan rincian: a). 140 kelompok afinitas (36%) usaha on-farm (budidaya pertanian, peternakan itik, dan budidaya ikan; penggemukan sapi/kerbau/kambing; saprotan), b). 121 kelompok afinitas (31%) usaha off-farm (pengolahan hasil pertanian/home industry keripik pisang/gula aren/ bubuk kopi), c). 132 kelompok afinitas (33%) usaha non-farm (simpan pinjam, pembuatan batu bata, geribik dll). Adapun Desa Mandiri Pangan di Provinsi Lampung sebagai berikut:

No

Kab/Kota

Kecamatan

Desa

Tahun

Jumlah kelompok afinitas

1

Kab. Lampung Tengah

Bandar Surabaya

Subang Jaya

2006

8

2

Kab. Lampung Tengah

Bandar Surabaya

Cempaka Putih

2006

15

3

Kab. Lampung Tengah

Pubian

Pekandangan

2007

4

4

Kab. Lampung Tengah

Pubian

Sinar Negeri

2007

6

5

Kab. Lampung Tengah

Seputih Surabaya

Rawa Betik

2008

4

6

Kab. Lampung Tengah

Seputih Surabaya

Kenanga Sari

2009

4

7

Kab. Lampung Tengah

Bandar Mataram,

Mataram Jaya

2010

4

   

Jumlah

45

8

Kab. Lampung Utara

Abung Semuli

Gunung Keramat

2006

7

9

Kab. Lampung Utara

Bukit Kemuning

Sidomulyo

2006

9

10

Kab. Lampung Utara

Abung Barat

Pengaringan

2007

5

11

Kab. Lampung Utara

Abung Timur

Rejo Mulyo

2007

16

12

Kab. Lampung Utara

Sungkai Utara

Ciamis

2008

10

13

Kab. Lampung Utara

Abung Selatan

Kembang Gading

2009

9

14

Kab. Lampung Utara

Sungkai Barat

Way Isem

2010

4

15

Kab. Lampung Utara

Kotabumi Selatan

Abung Jayo

2012

4

16

Kab. Lampung Utara

Kotabumi Utara

Sawojajar

2012

4

   

Jumlah

68

17

Kab. Tulang Bawang

Penawar Tama

Wiratama

2006

5

18

Kab. Tulang Bawang

Dente Teladas

Pasiran Jaya

2009

4

19

Kab. Tulang Bawang

Menggala Timur

Sungai Luar

2010

4

20

Kab. Tulang Bawang

Rawa Pitu

Sumber Agung

2010

5

21

Kab. Tulang Bawang

Banjar Margo

Ringin Sari

2012

4

22

Kab. Tulang Bawang

Meraksa Aji

Bangun Rejo

2012

4

     

26

23

Kab Tubabar

Way Kenanga

Pagar Buana

2008

5

   

Jumlah

5

24

Kab. Mesuji

Mesuji

Adimulyo

2006

4

25

Kab.  Mesuji

Mesuji

Sidomulyo

2007

5

26

Kab.  Mesuji

Mesuji

Sungai Badak

2007

5

27

Kab.  Mesuji

Mesuji Timur

Pangkalmas Jaya

2012

4

28

Kab.  Mesuji

Panca Jaya

Fajar Asri

2012

4

   

Jumlah

22

29

Kab. Tanggamus

Pugung

Sumanda

2006

2

30

Kab. Tanggamus

Pugung

Campang W. Handak

2008

3

31

Kab. Tanggamus

Wonosobo

Banyu Urip

2009

3

32

Kab. Tanggamus

Pugung

Way Pring

2010

4

33

Kab. Tanggamus

Ulu Belu

Air Abang

2010

4

34

Kab. Tanggamus

Pulau Panggung

Way Ilahan

2010

4

35

Kab. Tanggamus

Pulau Panggung

Sri menganten

2012

4

36

Kab. Tanggamus

Pulau Panggung

Sumber Mulya

2012

4

   

Jumlah

28

37

Kab. Pringsewu

Pardasauka

Rantau Tijang

2006

4

38

Kab. Pringsewu

Pagelaran

Way Ngison

2007

3

39

Kab. Pringsewu

Sukoharjo

Sinar baru

2007

4

   

Jumlah

11

40

Kab. Way Kanan

Gunung Labuhan

Negeri Sungkai

2008

4

41

Kab. Way Kanan

Pakuan Ratu

Pakuan Sakti

2008

6

42

Kab. Way Kanan

Way Tuba

Bumi Dana

2009

8

43

Kab . Way Kanan

Blambangan Umpu

Sri Rezeki

2010

10

44

Kab . Way Kanan

Negeri Agung

Rejosari

2011

4

45

Kab . Way Kanan

Kasul

Tanjung Bulan

2012

4

46

Kab . Way Kanan

Negara Batin

Setia Negara

2012

4

   

Jumlah

40

47

Kab. Lampung Barat

Sekincau

Pahayu Jaya

2008

4

48

Kab. Lampung Barat

Sumber Jaya

Muara Jaya

2008

4

49

Kab. Lampung Barat

Pesisir Selatan

Marang

2009

4

50

Kab. Lampung Barat

Gedung Surian

Mekar Jaya

2010

4

51

Kab. Lampung Barat

Sekincau

Pampangan

2010

4

52

Kab. Lampung Barat

Ngambur

Ulok Mukti

2010

4

53

Kab. Lampung Barat

B.Negeri Suoh

Bumi Hantatai

2011

4

54

Kab. Lampung Barat

Air Hitam

Rigis jaya

2012

4

55

Kab. Lampung Barat

Sukau

Suka Mulya

2012

4

   

Jumlah

36

56

Kab. Lampung Timur

L maringgai

L Maringgai

2009

4

57

Kab. Lampung Timur

Mataram Baru

Kebon Damar

2009

4

58

Kab. Lampung Timur

L.  Maringgai

Suko Rahayu

2010

4

59

Kab. Lampung Timur

Sekampung

Sidodadi

2011

2

60

Kab. Lampung Timur

Waway Karya

Sido Rahayu

2012

4

   

Jumlah

18

61

Kab. Lampung Selatan

Jati Agung

Marga Kaya

2010

4

62

Kab. Lampung Selatan

Candi Puro

Trimo Mukti

2010

4

63

Kab. Lampung Selatan

Ketapang

Labung Nala

2011

4

64

Kab. Lampung Selatan

Sragi

Marga Jasa

2012

4

65

Kab. Lampung Selatan

Way Sulan

Purwodadi

2012

4

         

20

66

Kota Metro

Metro Selatan

Rejo Mulyo

2010

4

67

Kota Metro

Metro Barat

Mulyo Sari

2010

4

68

Kota Metro

-

Yosomulyo

2011

4

69

Kota Metro

Metro Pusat

Hidomulyo Barat

2012

4

   

Jumlah

16

70

Kab. Pesawaran

Negeri Katon

Sinar Bandung

2011

4

71

Kab. Pesawaran

Tegineneng

Negara Ratu W

2011

4

   

Jumlah

8

72

Kota Bandar Lampung

Tanjung Senang

Sumber Arum

2012

4

73

Kota Bandar Lampung

Sukabumi

Sukabumi

2012

4

   

Jumlah

8

 

Total

351

                 

 

No

Kab/Kota

Desa Inti

Kecamatan

Desa

Tahun

Jumlah Kelompok

1

Tulang Bawang

Wiratama 

 Penawar Tama

Pulo Gadung

2010

4

2

Tulang Bawang

Wiratama 

 Penawar Tama

Wirop Agung Sari

2010

4

3

Tulang Bawang

Wiratama 

 Penawar Tama

Rejo Sario 

2010

4

Jumlah

 

12

4

Mesuji

Sido Mulyo

Mesuji

Nipah Kuning

2011

4

5

Mesuji

Sido Mulyo

Mesuji

Wiralaga 1

2011

4

6

Mesuji

Sido Mulyo

Mesuji

Wiralaga 2

2011

4

Jumlah

 

12

7

Tanggamus

Sumanda

Pugung

Suka Mulya

2010

1

8

Tanggamus

Sumanda

Pugung

Pungkut

2010

1

9

Tanggamus

Sumanda

Pugung

Kayu Hubi 

2010

1

10

Tanggamus

Way Ngison

Pugung

Gunung Kasih

2011

1

11

Tanggamus

Way Ngison

Pugung

Way Manak

2011

1

12

Tanggamus

Way Ngison

Pugung

Gunung Tiga

2011

1

Jumlah

 

6

13

Lampung Tengah

Cempaka Putih

Bandar Surabaya

Gaya Baru V

2010

1

14

Lampung Tengah

Cempaka Putih

Bandar Surabaya

Sidodadi

2010

1

15

Lampung Tengah

Cempaka Putih

Bandar Surabaya

Surabaya Ilir

2010

1

16

Lampung Tengah

Pekandangan

Selagai Lingga

Nyukang Harjo

2011

1

17

Lampung Tengah

Pekandangan

Selagai Lingga

Linggapura

2011

1

18

Lampung Tengah

Pekandangan

Selagai Lingga

Margajaya

2011

1

Jumlah

 

6

19

Lampung Utara

Sidomulyo

Bukit  Kemuning

Sidokayo

2010

1

20

Lampung Utara

Sidomulyo

Bukit  Kemuning

Tanjung Baru Timur

2010

1

21

Lampung Utara

Sidomulyo

Bukit  Kemuning

Tanjung Baru Barat

2010

1

22

Lampung Utara

Rejomulyo

Abung Surakarta

Sukoharjo

2011

1

23

Lampung Utara

Rejomulyo

Abung Surakarta

Purbasakti

2011

1

24

Lampung Utara

Rejomulyo

Abung Surakarta

Bumi Raharja

2011

1

Jumlah

 

6

T O T A L

 

42

                     

 

E.    Dampak Pelaksanaan Kegiatan Demapan Di Provinsi Lampung

Program Desa Mandiri Pangan (Demapan) mencakup empat dimensi utama yaitu: pengembangan kelembagaan, program berberdayaan, dukungan sarana dan prasarana, dan komitmen pembinaan dan pendanaan lintas sektoral. Program Demapan secara intertemporal mencakup empat tahapan, yaitu tahap persiapan, pengembangan, pertumbuhan, dan terakhir adalah tahap kemandirian. Sasaran akhir dari program Demapan adalah tercapainya pemantapan ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan di pedesaan. Setelah empat tahun pelaksanaan program ditargetkan telah terdapat kemandirian, dan desa mandiri ini diharapkan dapat menjadi desa inti dalam perspektif Gerakan Desa Mandiri Pangan.

Berdasarkan hasil evaluasi Badan Ketahanan Pangan Daerah provinsi Lampung terhadap Desa Mandiri Pangan dengan Kategori Mandiri terhadap penguasaan asset dan akumulasi kapital  rumah-tangga miskin peserta dan bukan peserta, dengan hasil evaluasi  sebagai berikut:

1.    Dampak Demapan terhadap penguasaan asset lahan rumah tangga miskin peserta program tidak ada sama sekali namun pada asset ternak dan asset rumah tangga positif, ada peningkatan cukup nyata. Sementara penguasaan asset rumah tangga miskin bukan peserta  program baik lahan, ternak maupun asset rumah tangga lebih kecil dibanding asset rumah tangga miskin peserta program.

2.    Dampak Demapan terhadap ketahanan pangan dan kemiskinan rumah tangga miskin peserta  program positif,cukup nyata. Terjadi peningkatan eksistensi cadangan pangan sebesar 38% akibat peningkatan produksi. Tingkat kemiskinan menurun dengan berkurangnya prosentase RT “sangat miskin” dari 15% menjadi 7%, RT “miskin” dari 72% menjadi 59% dan meningkatnya RT “kurang sejahtera” dari 13% menjadi 33%, RT “sejahtera” dari 0% menjadi 0,71%. Sementara ketahanan rumah tangga bukan peserta program pada tahun yang sama jauh lebih rendah dibanding peserta program, namun tingkat kemiskinanya tidak jauh berbeda dengan RT peserta program.

3.    Dampak  Demapan terhadap perubahan pola pikir rumah tangga miskin peserta program positif, cukup nyata pada kesadaran berkelompok, pendidikan, kesetaraan gender serta bantuan permodalan  dan kurang nyata pada aspek aplikasi teknologi, pemanfaatan sumberdaya, kepercayaan diri dalam kegiatan produktif, kewirausahaan dan kesadaran menabung. Dampak posistif perubahan pola pikir tersebut cukup nyata pada pengurangan kemiskinan, pengurangan rawan pangan dan ketersediaan pangan keluarga namun kurang nyata terhadap pola konsumsi, akses , distribusi serta pemasaran pangan.

Pengaruh perubahan pola pikir rumah tangga miskin peserta program terhadap rumah tangga miskin bukan peserta program positif pada aspek hidup berkelompok, pertemuan rutin dan kegiatan simpan-pinjam.

4.    Dampak Demapan dan eksistensi program lintas sektoral terhadap ketahanan pangan dan kemiskinan di tingkat desa cukup dirasakan lebih pada peningkatan kapasitas SDM dan kinerja usaha penduduk namun masih kurang dirasakan pada peningkatan kinerja ekonomi desa, percepatan keluar dari perangkap kemiskinan dan peningkatan akses ekonomi penduduk miskin.

Search

LINK

 

LINK Kabupaten/Kota

Visitors Counter

159843
TodayToday102
YesterdayYesterday150
This_WeekThis_Week780
This_MonthThis_Month2632
All_DaysAll_Days159843
Copyright © 2017 Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung. All rights reserved.